Isu seperti ini sudah sering muncul dan biasanya memang tidak benar. Namun, isu ini cukup direspons oleh kalangan pemerhati pasar saham, meski tidak diketahui kebenarannya. Maklum, isu ini ramai di sebuah milis yang berisi para pemain saham.
Munculnya isu ini tentu dipicu oleh memanasnya suasana politik menjelang Pansus Angket Century membuat kesimpulan. Parpol-parpol melakukan lobi apakah perlu menyebut nama atau tidak dalam menyampaikan kesimpulan. Bila nama disebut, Pansus akan menyebut nama Sri Mulyani dan Boediono sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam bailout Century. Sebelumnya, mayoritas parpol menilai kebijakan bailout adalah salah, demikian juga aliran dananya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di milis yang diikuti para pemaian saham ini, isu reshuffle memang menyebut sejumlah nama.Β Sri Mulyani diplot mengganti Hatta Rajasa sebagai Menko Perkonomian, Anggito Abimanyu diplot menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, Hatta Rajasa menggantikan Agung Laksono sebagai Menko Kesra, dan Agung Laksono akan ditarik menjadi Dewan Penasihat Presiden.
"Sri Mulyani Replacing Hatta Rajasa, Anggito Abimanyu replacing Sri Mulyani, Hatta Rajasa replacing Agung Laksono, dan Agung Laksono dewan penasehat presiden," demikian tulisan yang beredar di milis itu.
Entah dari mana sumber informasi ini. Padahal sebelumnya, Sri Mulyani sempat dikabarkan akan dipindah sebagai Gubernur BI. BI perlu penanganan orang kuat seperti Sri Mulyani.
Isu lain reshuffle yang juga beredar adalah pergantian Tiffatul Sembiring dari Menkominfo. Disebut-sebut PKS sudah menyiapkan penggantinya: Kemal Stamboel. Namun, Sekjen DPP PKS Anis Matta telah membantahnya.
Benarkah SBY akan melakukan reshuffle tersebut? Presiden SBY maupun para pembantunya sudah memastikan tidak akan ada reshuffle kabinet dalam 100 hari kabinet SBY-Boediono. Namun, SBY akan tetap melakukan evaluasi kinerja para menterinya.
(asy/nrl)











































