Myanmar dan Timor Leste untuk memenuhi permintaan majikan yang semakin meningkat.
Presiden PAPA, Alwi Bavutty mengatakan langkah itu bertujuan meragamkan sumber pembantu rumah dan mengurangi ketergantungan kepada beberapa negara termasuk Indonesia, Kamboja dan Filipina.
"Kita sarankan hal ini kepada Kementerian Sumber Manusia. Terdapat permintaan yang tinggi tetapi jumlah pembantu rumah sebenarnya masih tidak cukup," katanya sebagaimana dikutip dari kantor berita Bernama, Selasa (22/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada limitasi dalam hal ini terutama ketentuan undang-undang yang tidak mengizinkan majikan Islam mengambil pembantu rumah bukan beragama Islam," katanya.
Saat ini lebih dari 300,000 PRT asing bekerja Malaysia dengan rata-rata 2.000 pembantu rumah baru pada setiap bulan.
(rmd/rdf)










































