Penghasilan Bahtiar yang bekerja sebagai pengamen di Bulak Kapal, Bekasi, tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga ini. Akhirnya Mimih memilih pulang ke rumah orang tuanya di Tangerang meninggalkan Ningsih (4) dan kakaknya Agum Santoso (8). Saat orang tuanya bercerai, Ningsih berusia tiga tahun.
Sejak usia satu tahun Ningsih sudah memiliki kelainan, ia sering menderita kejang. Melihat kondisi ini, Mimih malah menyuruh Bahtiar untuk memberikan Ningsih ke orang lain.
"Istri saya selalu meminta agar Ningsih diberikan ke orang lain," kata ayah Ningsih, Bahtiar Angkotasan, di RSUD Kabupaten Bekasi, Selasa (23/2/2010).
Bahtiar berharap istrinya bisa kembali dan mau mengurus Ningsih. Ia pun berharap Ningsih cepat sembuh dan bisa bersekolah. "Saya ingin anak saya bisa sekolah seperti anak-anak lainnya," kata Bahtiar sambil mengelus-elus kepala Ningsih.
Kondisi Ningsih Mulai Membaik
Setelah dua hari mendapatkan perawatan, kondisi Ningsih mulai membaik. Kejang-kejang yang biasanya diderita balita yang dipasung ayahnya ini mulai hilang.
Sebelum dirawat, Ningsih biasanya mengalami kejang tiga hingga empat kali dalam semalam. Namun saat dalam perawatan ia tidak menderita kejang sama sekali.
"Tapi sekitar pukul 03.00 WIB, Ningsih hampir jatuh dari tempat tidur. Untung bisa saya cegah," kata Bahtiar.
Tim dokter RSUD Kabupaten Bekasi menyatakan Ningsih menderita penyakit epilepsi dan gizi buruk. Akibat kekurangan gizi, berat Ningsih hanya 11 kg, padahal untuk anak berusia lima tahun seharusnya berat badannya mencapai 20 kg.
"Kami masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit lain," kata direktur RSUD Kabupaten Bekasi Surwano.
(nal/iy)










































