Kronologi Wartawan Kompas Menjebak Selly

Kisah Penipu Ulung

Kronologi Wartawan Kompas Menjebak Selly

- detikNews
Selasa, 23 Feb 2010 13:54 WIB
Kronologi Wartawan Kompas Menjebak Selly
Jakarta - Keberadaan Selly Yustiawati alias Rasellya Rahman Taher masih misterius. Namun beberapa korban pernah berhasil menjebaknya. Bagaimana cara?

Sebelumnya, Selly pernah menipu karyawan dan wartawan Kompas pada medio 2009 sebanyak Rp 30 juta. Setelah itu, perempuan yang diduga psikopat ini hilang tanpa jejak. Namun pada Selasa 5 Januari 2010 silam jejaknya terendus.

Rupanya ada korban yang penasaran dengan Selly, yang mengaku sebagai wartawan kriminal Kompas berinisial SF. Korban menelepon redaksi Kompas untuk konfirmasi. Sikap waspadanya berbuah hasil, ternyata Selly mencatut identitas wartawan Kompas Sarie Febriane. Selly mengaku sebagai SF wartawan Kompas, padahal SF adalah Sarie dan bukan Selly.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akhirnya kita bilang, kalau Selly belum tahu Anda menghubungi Kompas, coba saja dipancing," kata Sarie dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (23/2/2010).

Rencana pun disiapkan. Korban awalnya mencoba mengajak Selly makan di daerah Kebayoran Baru, namun Selly menolak. Jebakan baru pun dibuat, menjemput Selly. Selly mengakuย  akan berada di rumah temannya di Jl H Taing No 1 A RT 06 RW 06, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/1/2010).

Korban pun datang ke rumah Selly yang berada di gang pukul 12.00 WIB. Sementara, Sarie menunggu di pinggir jalan raya. Sayangnya, cuaca hujan deras sehingga rencana mengajak Selly keluar batal. Sarie menunggu Ong, wartawan Kompas lain yang akan membantu. Menurut Ong, dia mencoba menghubungi polisi namun tidak ada respons.

"Kita coba telepon polisi tapi tidak ada respons, akhirnya kita minta tolong ke Kodim," kata Ong.

Pada sore hari, hujan pun berhenti. Namun Selly malah menyuruh korban pulang. Korban segera memberi tahu lewat ponsel kepada Sarie cs. Saat Sarie, Ong dan dua tentara datang diam-diam, korban sudah berada di pagar untuk pamitan.

Sarie dan dua tentara sembunyi sementara Ong sengaja lewat depan rumah Selly untuk memastikan wajah perempuan yang diduga psikopat itu. Ternyata memang betul, perempuan itu yang dicari selama ini. Begitu korban pergi sesuai skenario, Sarie cs langsung masuk ke halaman rumah.

"Wajah Selly langsung pucat, dia meminta-minta maaf. Kita langsung minta dia segera ikut ke Kompas. Dia sempat minta izin ganti baju, tapi tidak kita kasih, takut dia kabur," kata Sarie.

Ternyata di situ memang rumah Selly. Dua orang tua yang disebut teman oleh Selly ternyata mengaku sebagai ayah dan ibunya.

"Tapi muka mereka biasa saja pas Selly mau kita bawa. Tidak kaget apalagi khawatir. Tapi bapaknya sempat memohon anaknya tidak dibawa," kata Ong.

Selly pun dibawa ke kantor Kompas ditemani ayahnya. Selanjutnya Selly dibawa ke Polsek Tanah Abang. Sayangnya justru di polsek itu Selly dilepas setelah menandatangani surat perjanjian.

"Malam itu bapaknya mengganti uang Rp 10 juta, supaya Selly bisa pulang. Namun setelah itu janji mencicil tidak pernah ditepatinya. Selly dan ayahnya langsung tidak bisa dihubungi," pungkas Ong.
(fay/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads