Butuh 2 bulan agar Taman Bacaan tersebut rampung. Berbekal proposal sederhana, Heru (32) dan teman-temannya mendatangi perusahaan penerbit buku untuk mewujudkan ide taman bacaan. Ide yang mereka ajukan tentang membuat taman bacaan sederhana dikabulkan.
"Dari Kompas Gramedia kita dapat Rp 2,5 juta. Itu buat beli buku 10 dus dan rak dua buah," kata Heru saat ditemui detikcom, di Taman Bacaan Masyarakat Al Hidayah, Jl Dr Sahardjo, Gang Swadaya II, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita hanya ingin taman bacaan ini ikut mencerdaskan masyarakat," cetusnya.
Pagi ini, anak-anak Gang Swadaya sumringah. Taman bacaan yang mereka impikan selama ini akhirnya resmi didirikan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
Menurut Heru, awalnya banyak kendala yang dihadapi saat mulai mendirikan taman bacaan. Seperti mencari lokasi, koleksi buku hingga mengurusnya.
"Kita pilih di sini, dulunya tempat TPA anak-anak. Alhamdulillah disetujui oleh kecamatan untuk dijadikan taman bacaan," jelasnya.
Butuh waktu 5-10 menit dari mulut gang untuk mencapai lokasi. Di 200 meter pertama, kita harus berbelok ke kanan menuju gang yang lebih sempit. Lokasi Taman Bacaan ini terletak persis di lorong gang, di tengah pemukiman padat.
Meski berada di lorong gang sempit, Heru optimistis taman bacaan tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kini sudah terkumpul 1.380 buah koleksi buku dan 248 buah buku pinjaman.
"Sebagian ada dari sumbangan dan beli sendiri," imbuhnya.
Taman bacaan ini memiliki luas sekitar 6x4 meter. Lengkap dengan rak dan meja yang disusun rapih dengan susunan buku-buku. Umumnya, koleksi buku terdiri dari buku paket sekolah, komik, majalah.
(ape/nrl)










































