"Laporan awal menunjukkan bahwa serangan NATO, Minggu kemarin, terhadap iring-iringan 3 kendaraan...menewaskan sedikitnya 33 warga sipil, termasuk 4 perempuan dan seorang anak, serta melukai 12 lainnya," ujar salah seorang anggota kabinet Afghanistan dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters, Senin (22/2/2010).
Anggota kabinet menganggap serangan yang terjadi di dekat perbatasan Uruzgan dengan provinsi Dai Kondi ini sebagai kejadian yang tidak dapat dibenarkan. Korban yang berasal dari pihak sipil seperti ini seringkali memicu amarah rakyat Afghanistan. Dan serangan yang terjadi pada Minggu (21/2) kemarin ini memakan korban sipil terbanyak pada bulan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat bersedih atas hilangnya nyawa mereka yang tak bersalah secara tragis. Saya telah menjelaskan kepada tentara kita bahwa kita di sini untuk melindungi orang-orang Afghanistan. Jika secara tidak sengaja kita telah membunuh atau melukai warga sipil, maka itu menggerogoti kepercayaan dan keyakinan rakyat dalam misi kami," jelas Komandan Pasukan NATO di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal, dalam pernyataannya.
(nvc/nrl)











































