Untuk membantu korban banjir, sebanyak 50 anggota Taruna Tanggap Bencana (Tagana) dari Musirawas dan Lubuklinggau, diterjunkan di lokasi banjir, Senin (22/02/201).
Untuk membantu korban banjir, pemerintah Musirawas telah membuka dua dapur umum dan tiga tenda pleton pengungsian didirikan di pusat kecamatan. Namun tiga tenda pleton itu tidak berpenghuni karena korban banjir tidak mau meninggalkan rumah mereka lantaran khawatir harta bendanya dijarah maling.
Untuk itu, petugas dapur umum yang proaktif menyalurkan bantuan bahan makanan dari dapur umum. Begitu juga dengan petugas kesehatan terpaksa mendatangi rumah-rumah warga. Sampai saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa.
Demikian dijelaskan Koordinator Tagana Sumsel, Sumarwan MM, kepada pers di Palembang, Senin (22/02/2010).
Menurut Sumarwan, Sumsel memiliki 1.256 orang Tagana yang tersebar di setiap kabupaten dan kota. Untuk banjir di Musirawas, terdapat 50 personil Tagana, yakni di Musirawas sebanyak 30 orang dan 20 orang di Lubuklinggau.
Sebagian rumah di Kecamatan Kelingi adalah rumah panggung. Rumah panggung ini yang dapat menyelamatkan mereka dari banjir akibat luapan air sungai Musi.
(tw/mok)











































