Demikian disampaikan Menteri Negara Lingkungan Hidup Indonesia, Gusti Muhammad Hatta, saat membuka pertemuan Simultaneous Extraordinary Meetings of the Conference of Parties Basel, Rotterdam, and Stockholm di BICC, Nusa Dua, Bali, Senin (22/2/2010). Konferensi ini diikuti oleh 1.200 peserta dari 140 negara.
"Konferensi ini sangat bermanfaat untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia untuk melindungi kesehatan dan lingkungan hidup kita," kata Hatta.
Bagi Indonesia, pengaturan pengeloaan kimia di tingkat global sangat penting untuk dapat melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup dari dampak perpindahan lintas batas bahan dan limbah kimia yang berbahaya.
Dalam konferensi ini, untuk pertama kalinya upaya penanganan bahan kimia dan limbah berbahaya dilaksanakan dengan pendekatan life cycle approach.
(gds/nvc)











































