"Dalam perjalanan ini, begitu banyak masalah. Ada masalah penekanan, iming-iming, kemudian ada masalah lain muncul. Ada masalah pajak, ada masalah hukum," kata anggota Tim 9 yang juga anggota Pansus Maruarar Sirait di kediaman Amien di Komplek Taman Gandaria Blok C No 1, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2010).
Hadir anggota Tim 9 yang lain, Bambang Soesatyo (Fraksi Partai Golkar), Andi Rahmat (Fraksi PKS), Chandra Tirta Wijaya (Fraksi PAN) dan Lily Wahid (Fraksi PKB). Sementara hadir mendampingi Amien, Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo.
Bambang Soesatyo juga mengungkapkan soal tekanan yang diterima partainya. Menurutnya, tekanan itu datang kepada Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto dan Ketua Pansus yang juga Sekjen Golkar Idrus Marham.
"Tekanan itu luar biasa. Tapi kita tetap jalan lurus," kata Bambang.
Andri Rahmat juga mengaku mendapati kasus hukum yang menggoyang keanggotannya di DPR. Ia mengaku mendapat surat pemanggilan dari Pengadilan Tata Usaha Negara pada Kamis (25/2/2010) terkait gugatan terhadap surat ketetapan pengangkatan dirinya dan 150 anggota DPR yang lain.
"Mudah-mudahan dalam pertemuan ini memberi sinyal pihak yang ingin melakukan sesuatu berpikir seribu kali," kata Andi.
Amien Rais menyarankan kepada anggota Pansus untuk tidak menghiraukan berbagai tekanan yang dialami. Amien meminta Pansus tetap lantang berbicara.
"Saya katakan, bicaralah yang benar. Sebutkanlah nama (yang melanggar). Kalau kita masuk wilayah tanpa nama. Itu namanya Pansus tanpa nama," kata Amien.
(lrn/iy)











































