Lebih dari 4 ribu pilot meninggalkan pekerjaannya mulai Senin hingga Kamis waktu setempat. Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap negosiasi kontrak kerja terkait gaji dan jaminan keselamatan kerja yang berlarut-larut. Demikian seperti dikutip dari CNN, Senin (22/2/2010).
Bahkan dua pertiga jadwal penerbangan hari Senin-Kamis telah dibatalkan menyusul aksi mogok kerja yang dilakukan. Aksi mogok ini diprediksikan akan memberikan 'pengaruh besar' bagi operasional penerbangan internasional, karena penerbangan Lufthansa mencakup ke 80 negara di seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harus berangkat Minggu malam menemui keluarga saya di rumag, tapi sekarang saya baru bisa pulang besok malam dengan kereta. Sangat tidak menyenangkan," gerutu penumpang lain.
Pada tahun 2008, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menobatkan Lufthansa sebagai maskapai penerbangan terbesar ke-2 di dunia dengan jumlah penumpang 42,2 juta orang. Tapi mulai tahun 2009, pendapatan Lufthansa menurun 15 persen dari jumlah pendapatan tahun sebelumnya sebesar US$ 535 miliar. Jumlah penumpang menurun 3,5 persen. Oleh perusahaan maskapai penerbangan Lufthansa, aksi ini ditaksir menimbulkan kerugian sebesar Rp 306 triliun per harinya.
Menurut seorang perwakilan serikat pilot, Jorg Handwerg, sebagian besar pilot Lufthansa telah bekerja tanpa kontrak sejak Maret dan lebih dari 90 persen anggota serikat pilot memilih untuk mogok kerja.
(nvc/nrl)











































