Kepada detikcom, Minggu (21/2/2010) para korban menceritakan Selly alias Rasellya alias Eyy, suka menceritakan rencana kepergiannya ke kota lain. Mereka menilai wajar Selly sering bepergian karena mengaku wartawan Kompas.
"Dia cerita, mau ke Bandung. Ada saudara di daerah Antapani. Setelah itu mengaku ada tugas peliputan ke Medan," kata korban yang tidak ingin disebut namanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bilang juga tuh, mau liputan ke Medan setelah dari Bandung," kata A, korban Selly.
Apakah artinya Selly benar berada di Medan? Kemungkinan itu ada, sebab begitu dia berhasil lolos dari Polsek Tanah Abang, 7 Januari 2010 silam, dia pindah aksi ke Depok. Begitu korban di Depok bersuara, dia pindah ke Bandung.
Selain itu, dalam beberapa kejadian terakhir yang diceritakan korban di grup korban Selly di Facebook, penipu ini beraksi di akhir pekan. "Dia kayaknya memang sudah punya rencana perjalanan begitu. Habis ini mau kemana," kata A lagi.
Kasus Selly dinilai unik oleh sejumlah pihak karena pelaku diduga berbakat alam hipnosis sekaligus punya kecenderungan psikopat. Selly pun tidak pandang bulu memilih korban. Dari Office Boy sampai pengusaha pernah menjadi korbannya. Selly selalu lolos dari jerat hukum sejak 2006.
Selly acapkali beraksi sendirian. Namun dalam beberapa kesempatan, para korban berhubungan telepon dengan perempuan yang mengaku ibunya dan laki-laki yang mengaku supir, bodyguard, pesuruh, atau penjaga gudang Esia.
(fay/mad)











































