Tidak banyak informasi yang bisa digali tentang Joseph di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Alasannya, Joseph hanya berkantor seminggu sekali dan tidak banyak berinteraksi, terutama soal pekerjaan sehari-harinya.
"Yang saya tahu dia hanya berkantor di daerah Sudirman. Gedungnya apa saya tidak tahu. Tapi dia seorang pengusaha sukses," kata juru bicara Komite Eksekutif PSSI, Mafirion, kepada detikcom, Sabtu (20/2/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Joseph juga pernah tercatat sebagai calon legislatif (caleg) dari Partai Nasional Benteng Kerakyatan (PNBK). Ia ikut menjadi calon pada Pemilu tahun 2004 di daerah pemilihan Maluku dengan nomor urut 1.
Saat pemilihan itu, ia memperoleh 6.055 suara dari total 14.921 suara yang diperoleh partainya. Belum jelas apakah ia masih di PNBK hingga saat ini atau tidak.
Secara pribadi, para pengurus PSSI menilai Joseph sebagai sosok yang ramah dan pintar. Dalam waktu dekat, sejumlah rekan-rekannya di PSSI juga akan menjenguk Joseph di tahanan.
"Kita teman-teman turut prihatin, mungkin teman-teman secara pribadi ada yang datang. Kita tahu dia orang baik," tutup Mafirion.
Joseph diduga telah menganiaya istrinya, Maria hingga tewas di Kompleks Deplu, Jalan Deplu 2 nomor 1, RT 5 RW 3, Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu dini hari. Maria mengalami luka parah di bagian kepala karena dibenturkan ke kasur lalu dipukul menggunakan laptop.
Polisi kini masih terus memeriksa Joseph secara intensif. Joseph sempat mengalami depresi. (mad/mad)











































