Kanit Reskrim, Polsek Rumbai Pesisir Pekanbaru, Iptu Milson Jhony mengungkapkan hal itu saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/02/2010). Menurutnya, saksi korban Harnini sudah dimintai keterangan atas tindakan main hajar yang diduga dilakukan atlet renang Siska Amelia, siswa SMU Negeri 3 Rumbai.
βUntuk sementara ini kita baru mengambil keterangan dari saksi pelapor. Sedangkan pelaku belum kita mintai keterangan. Kemungkinan Senin depan baru kita layangkan surat pemanggilan, sebab, kalau besok kan hari libur,β kata Milson.
Β Β
Kasus penganiyaan ini terjadi di GOR Kolam Renang, Rumbai, Jumat (19/02/2010) menjelang solat magrib. Saat itu, korban Harnini menemani keponakannya yang ikut seleksi Pelatda yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuai dengan petunjuk yang ada, hanya ada 8 atlet renang yang diangap layak untuk seleksi Pelatda. Mereka umumnya peraih emas dalam Porda Riau tahun 2009. Dari delapan nama yang sudah ditentukan itu, ternyata tidak semua atlet bisa mengikuti seleksi ini.
Lantas panitia seleksi Pelatda tiba-tiba memunculkan nama Siska Amelia menggantikan Miranda atlet renang asal Kabupaten Siak. Harnini lantas menegur pihak panitia karena Siska yang tidak diundang muncul dalam seleksi tersebut. Rupanya sikap Harnini yang menegur panitia, membuat Siska tersinggung.
Usai berenang, di parkiran gedung GOR tersebut, Siska menghampiiri Harnini sembari memaki-maki. Tidak cuma itu, Siska juga menjambak rambut ibu dari empat orang anak itu.
Tidak puas menjambak, Siska memberikan pukulan keras sebanyak tiga kali ke wajah korban. Pukulan itu lantas membuat wajah ibu rumah tangga itu lebam-lebam. Mengapa Siska begitu pasih memberikan pukulan yang begitu keras sampai ibu itu sempoyongan?, Jawabannya selain atlet renang, Siska ternyata juga atlet karete.
(cha/mad)











































