Kabinet Belanda di Ambang Jatuh

Laporan dari Den Haag

Kabinet Belanda di Ambang Jatuh

- detikNews
Sabtu, 20 Feb 2010 09:47 WIB
Kabinet Belanda di Ambang Jatuh
Den Haag - Rapat kabinet Belanda telah berlangsung lebih dari 12 jam hingga masuk Sabtu dinihari, namun kata sepakat nampaknya belum tercapai juga. Kabinet yang juga dikenal sebagai kabinet Balkenende IV ini di ambang jatuh.

Titik ketegangan adalah apakah pasukan Belanda di Afghanistan diperpanjang atau tidak. Tiga partai koalisi pemerintah, yakni Christen Democratisch Appeal/CDA (Kristen Demokrat), Christen Unie/CU (Uni Kristen) dan Partij van de Arbeid/PvdA (Partai Buruh) satu sama lain saling berkukuh tak mau bergeming dari prinsip masing-masing.

Partai Kristen Demokrat dan Uni Kristen berkukuh untuk memenuhi desakan NATO, termasuk di dalamnya AS, untuk mempertahankan dan memperpanjang operasi pasukan Belanda di Uruzgan, Afghanistan. Dalam formulasi diplomatis: belum bersedia mengambil keputusan mengakhiri partisipasi pasukan militer Belanda di Afghanistan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya Partai Buruh berpendapat bahwa Belanda sudah terseret lebih jauh dalam perang tak berujung di Afghanistan dan pihaknya berpegangan pada sikap awal bahwa partisipasi pasukan Belanda di Afghanistan sebatas pada misi perdamaian untuk rekonstruksi, bukan ikut berperang dan menjadi pasukan pendudukan.

Keputusan Kabinet 30/11/2007 menyepakati bahwa partisipasi pasukan militer Belanda di Afghanistan, tepatnya di provinsi Uruzgan, sampai 1/12/2010 alias akhir tahun ini.

Terkait surat Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen mengenai perpanjangan partisipasi pasukan Belanda di Afghanistan, Partai Buruh menghendaki agar kabinet menyampaikan kesepakatan koalisi pada 30/11/2007 bahwa partisipasi Belanda hanya sampai akhir tahun ini.

Sementara Kristen Demokrat dan Uni Kristen bersikap sebaliknya. Partai Buruh tidak mau bergeser dari sikap awal dan mereka merasa bertanggung jawab kepada para konstituennya.

Ketiga partai koalisi dikabarkan berusaha untuk mempertahankan kabinet, namun masing-masing pihak juga tidak ingin kehilangan muka dan mengalami kerusakan politik. Jika kata sepakat tak jua tercapai, maka Kabinet Balkenende IV ini tak bisa tidak akan mengulang skenario tiga kabinet sebelumnya: jatuh sebelum masa tugasnya berakhir. (es/es)


Berita Terkait