Giliran Gelumbang, Ratusan Warga Mengungsi ke Palembang

Banjir di Sumsel

Giliran Gelumbang, Ratusan Warga Mengungsi ke Palembang

- detikNews
Sabtu, 20 Feb 2010 02:16 WIB
Giliran Gelumbang, Ratusan Warga Mengungsi ke Palembang
Jakarta - Seratusan warga Desa Patratani Kecamatan Gelumbang, kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, mengungsi ke Palembang, Jumat (19/02/2010) sore. Ini dikarenakan desa mereka tenggelam karena banjir.

Mereka mengungsi menggunakan dua mobil truk dan pick up, melalui Desa Sungai Rambutan-Parit, Kecamatan Indralaya Utara.

Banjir yang melanda warga desa itu, tingginya mencapai satu meter, dan telah merendam rumah. Ironinya, banjir di desa itu sudah hampir satu bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kami terpaksa mengungsi lantaran air sudah begitu tinggi. Demi menjaga kesehatan dan hal-hal lainnya, kami memilih mengungsi," kata Sahidin (55), mantan Kepala Dusun Patratani, kepada pers saat beristirahat di Inderalaya, Ogan Ilir.

"Tujuan kami mengungsi ke rumah kerabat di Palembang," katanya.

Saat ini sudah beberapa daerah di Sumatera Selatan yang dilanda banjir. Sebelumnya banjir terjadi di lima kecamatan di Muaraenim yakni Benakat, Ujan Mas, Gunung Megang, dan Rambang Dangku. Kemudian beberapa desa di Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, serta di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Dua Tewas Korban Longsor

Sebelumnya tanah longsor yang terjadi di desa Gunung Kembang Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat, lebih-kurang 300 kilometer dari Palembang, sekitar pukul 23.00 Kamis (18/2/2010) malam, menyebabkan seorang pengendara mobil yang melintas meninggal dunia. Pengendara tertimpa batang pohon besar dan tertimbun tanah longsor.

Informasi yang dihimpun, korban adalah Ruslan Iskandar (30), warga Jalan Peltu HM Toha No 026 Lahat, dan Bambang (30) warga Serinanti Lahat. Mereka tertimbun setelah memperbaiki tali penarik mobil milik Ruslan yang baru dibelinya.

Selesai melakukan perbaikan, ketika mobil akan ditarik kembali, tiba-tiba tanah di atas sebelah kiri mereka terjadi longsor. Ruslan yang tidak sempat keluar dari dalam mobil Jet Star pick up tertimpa dua pohon besar dan tertimbun tanah hingga meninggal dunia di TKP.

Peristiwa itu juga menyebabkan Jalan Lintas Timur di kabupaten Lahat mengalami kemacetan selama empat jam.

(tw/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini