Indonesia di Mata Pengelana Dunia Miloslav Stingl

Malam Indonesia

Indonesia di Mata Pengelana Dunia Miloslav Stingl

- detikNews
Jumat, 19 Feb 2010 23:12 WIB
Indonesia di Mata Pengelana Dunia Miloslav Stingl
Praha - Seperti apakah Indonesia? Puja-puji superlatif anak bangsa dalam syair dan lagu kebangsaan, mungkin sudah bukan berita. Tapi kalau kesaksian orang lain itu baru berita.

Dialah Dr. Miroslav Stingl (80 tahun) pengelana dunia dari Ceko, yang sudah mengunjungi lebih dari 150 negara dan 15 kali ke Indonesia. Kunjungan terakhir ke Indonesia dilakukan Stingle saat usianya mencapai 78 tahun.

Dr. Stingl yang juga seorang etnolog menuangkan kesaksian dari perjalanannya pada acara Malam Indonesia di kota Ceske Budejovice (16/2/2010) dan mendapat perhatian luas dari warga setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Malam itu Dr. Stingl mulai menceritakan perjalanannya ketika mengunjungi masyarakat pedalaman di Sumatera dan Papua. "Masyarakat di pedalaman Indonesia yang saya kunjungi adalah komunitas ramah dan hangat terhadap warga asing," demikian Stingle mendiskripsikan kesannya, seperti disampaikan Konselor Pensosbupar Azis Nurwahyudi kepada detikcom hari ini.

Untuk menguatkan kesannya itu, Stingl juga memutar film pendek hasil rekamannya ketika melakukan perjalanan di Bali, yang disebutnya sebagai pulau terindah di dunia. Selanjutnya dia memaparkan betapa unik adat Bali dan ketaatan warganya yang memeluk agama Hindu untuk beribadah.

Stingl sejauh ini telah membuat 40 karya buku tentang tempat-tempat wisata menarik di seluruh dunia dan telah diterjemahkan dalam 30 bahasa. Tiga buku di antaranya tentang Indonesia dan buku terakhir karyanya berjudul The Secret of Indonesia, yang menggambarkan keindahalan alam di daerah-daerah yang masih belum terjamah.

Sementara artikel terakhir yang ditulisnya tentang Indonesia adalah mengenai Pulau Nias, sebelum dan setelah pulau ini diterjang bencana tsunami pada 2004.

Acara tersebut digagas oleh Jiri Hruska, seorang pengusaha Ceko yang mencintai Indonesia dan dibuka oleh Konselor Pensosbudpar Azis Nurwahyudi mewakili KBRI Praha. Dalam kesempatan tersebut disampaikan ucapan terimakasih atas ide Hruska untuk membantu mempromosikan Indonesia melalui acara unik ini.

Hruska juga sekaligus memamerkan foto-foto tentang Bali sambil menceritakan pengalamannya selama mengunjungi pulau tersebut. Berbagai foto aktivitas masyarakat dan keindahan alam Pulau Bali ditunjukkan melalui slide show kepada masyarakat yang memenuhi aula sekolah musik di kota tersebut.

Untuk memperkuat atmosfir Indonesia, malam itu juga ditampilkan Tari Cendrawasih dari Bali dan Tari Kayau dari Kalimantan, yang dibawakan oleh para penari Sanggar Tari Sekar Melati binaan KBRI Praha.

Selain itu guru musik yang juga pernah berkunjung ke Bali, Pavel Steffal, mendendangkan lagu ciptaannya dalam Bahasa Ceko berjudul Tidak Ada Masalah di Bali. Lagu ini menceritakan pengalaman mengesankan ketika dia berlibur di Pulau Dewata, yang menurutnya memiliki pantai sangat indah.

(es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads