Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (19/2/2010). Truk militer yang dilengkapi dengan senjata mesin otomatis itu juga ditempatkan di depan kantor Perdana Menteri dan Kementerian Luar Negeri.
Tidak nampak tanda-tanda adanya kekerasan baru di sekitar istana semenjak terjadinya baku tembak pada Kamis (18/2) kemarin. Dalam baku tembak yang menewaskan 3 tentara militer tersebut, akhirnya Presiden Mamadou Tandja digulingkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok junta ini menyatakan mereka mencari dukungan dari 15 juta penduduk Niger untuk mengubah Niger menjadi negara dengan demokrasi dan tata pemerintahan yang baik. Menurut mereka, Presiden Tandja tak mengindahkan kritikan yang muncul baik dari dalam maupun luar negeri terhadap sikapnya yang hendak mengubah konstitusi untuk memperluas kekuasaannya.
Pemimpin skuadron junta Salou Djibo usai melakukan kudeta menyatakan, pemerintah telah dibubarkan. Tentara militer memutuskan untuk mengambil alih tanggung jawab untuk mengakhiri ketegangan politik yang terjadi di negara yang bertetangga dengan Nigeria itu.
(nvc/fay)











































