Apa jadinya jika dalam konferensi pers soal percepatan pembangunan, seorang wartawan tiba-tiba 'nekad' menanyakan soal Skandal Century? Boediono pun mau-tak mau harus buka mulut. Padahal sekitar dua bulan dia tak pernah memberi keterangan pers soal ini.
Hari ini, Jumat (19/2/2010) Boediono pun menjelaskan soal pertanyaan wartawan terkait skandal Century di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Konferensi pers pun tidak digelar di press room yang biasanya sering digunakan. Kali ini ruangan yang dipakai adalah sebagian ruangan di gedung 2, lengkap dengan layar LCD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun konferensi pers ini khusus hanya memberi keterangan soal Inpres percepatan Pembangunan Nasional. Boediono dan Menteri-menteri membeberkan soal pencapaian-pencapaian, dan setelah dua hingga tiga pertanyaan konferensi pers pun bubar.
Berharap Boediono mengeluarkan statement yang layak tulis soal Century alias 'nge-lead', salah seorang wartawan pun mencoba menanyakan soal century. "Apakah keputusan pansus Century nanti bisa bepengaruh pada program pemerintah, apa ada antisipasinya," ujar sang wartawan.
Mendapat pertanyaan itu, Boediono pun menjawab pendek. "Program pemerintah, kita coba untuk maksimalkan, untuk mencapai sasaran dalam mencapai yang sebaik-baiknya untuk bangsa," ujarnya pendek.
Setelah menjawab pertanyaan itu, Boediono pun lalu mengakhiri konferensi pers-nya, "Sudah ya. Terimakasih semuanya," katanya.
Usai konferensi pers, wartawan yang hadir pun nampak tak puas. Jawaban Boediono dinilai mengambang. "Pak Boed sekarang kian lihai berkelit menjawab pertanyaan kita," celetuk wartawan.
(gun/yid)










































