"Demi keselamatan, dianjurkan ditunda karena isu ini merebak," ujar Ketua Yayasan Anand Ashram Maya Safira kepada detikcom, Jumat (19/2/2010).
Menurut Maya, acara ini sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap 2 minggu sekali dalam 4 tahun belakangan. Acara ini memang selalu digelar di Monas. Penundaan ini juga bukan kali pertama. Kalau ada acara-acara pemerintah di Monas, jika diminta untuk ditunda, pihak Anand segera menundanya.
""Kita selalu menghormati pemerintah. Kalau disarankan diundur ya OK nggak apa-apa. Karena masalah ini saja sudah membentuk opini masyarakat," katanya.
Dalam acara ini memang Anand sendiri tidak pernah hadir. Hanya perwakilan Anand yang membuka acara ini.
"Memang beliau jarang ada di Jakarta. Selalu berpindah-pindah dalam satu bulan. Ya paling kita-kita ini dan masyarakat Indonesia hadir dalam acara ini," jelasnya.
(gus/fay)











































