Mahendradatta: Logika Luthfie Assyaukani Seperti Anak Kecil

Samakan Lia Eden dengan Nabi Muhammad

Mahendradatta: Logika Luthfie Assyaukani Seperti Anak Kecil

- detikNews
Jumat, 19 Feb 2010 15:24 WIB
Solo - Pernyataan Luthfie Assyaukani yang menyamakan Nabi Muhammad dengan Lia Eden direaksi keras oleh banyak kalangan. Koordinator Tim Pembela Muslim (TPM), Mahendradatta, bahkan meragukan kapasitas keilmiahan Luthfi sebagai seorang yang meraih gelar PhD. Mahendra justru menyamakan logika Luthfi layaknya anak kecil.

Saat tampil sebagai saksi ahli pemohon kasus penghapusan UU Penodaaan Agama di MK pada 17 Februari lalu, Luthfie Assyaukanie mengatakan kasus Lia Eden sama dengan awal penyebaran Islam oleh nabi Muhammad. Apa yang dilakukan Lia sama seperti yang dilakukan Nabi Muhammad. Pada awal berdakwah, Lia dan Nabi Muhammad sama-sama sebagai minoritas yang dipersalahkan oleh mayoritas.

Luthfie sendiri saat itu langsung minta maaf karena memahami penyataannya akan mengundang kontroversi. Namun pernyataan maaf itu dinilai tidak cukup, terbukti hingga hari ini masih Pernyataan itulah yang memancing reaksi kalangan Islam karena Luthfie telah dinilai menghina Nabi Muhammad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator Tim Pembela Muslim (TPM), Mahendradatta, menilai pernyataan Luthfie Assyaukanie tersebut tidak memenuhi kaidah intelektual. Bahkan dia mengatakan Luthfie menggunakan metode komparatif yang ngawur sehingga menghasilkan kesimpulan yang sama sekali sesat.

"Untuk seorang yang mengaku bergelar PhD, pernyataan seperti itu jelas-jelas tidak masuk akal. Pernyataan seperti itu seperti pernyataan anak kecil yang masih kurang lengkap dalam mengambil kesimpulan dan dua hal yang diperbandingkan," ujar Mahendradatta dalam jumpa pers di Solo, Jumat (19/2/2010).

Mahendra mengatakan, seorang anak kecil mungkin saja mengambil kesimpulan tidak masuk akal dengan menyamakan manusia dengan monyet hanya gara-gara keduanya suka memakan pisang. Namun jika kesimpulan seperti itu disampaikan orang dewasa, apalagi yang bergelar doktor, maka kesimpulan itu adalah buah dari sesat pikir.
(mbr/djo)


Berita Terkait