Dituduh Terlibat Pembunuhan Komandan Hamas, Eropa Tekan Israel

Dituduh Terlibat Pembunuhan Komandan Hamas, Eropa Tekan Israel

- detikNews
Jumat, 19 Feb 2010 15:04 WIB
Dituduh Terlibat Pembunuhan Komandan Hamas, Eropa Tekan Israel
London - Empat negara Eropa yang warga negaranya dituduh terlibat dalam pembunuhan komandan militer Hamas, menekan Israel. Ketegangan diplomatik semakin memuncak ketika kepolisian Dubai mengungkapkan bahwa 11 pemegang paspor Eropa dituduh terlibat dalam pembunuhan Mahmoud al-Mabhouh.

Keempat negara tersebut yakni, Inggris, Irlandia, Perancis, dan Jerman, kompak memanggil perwakilan Israel di Kementerian Luar Negeri masing-masing untuk membahas pembunuhan Mahmoud al-Mabhouh bulan lalu. Mereka mencurigai adanya keterlibatan badan intelijen Israel, Mossad, dalam pembunuhan tersebut. Hal ini terjadi semakin jelas setelah otoritas Dubai meminta agar kepala badan intelijen Israel, Mossad, ditahan jika memang benar mereka berada di balik pembunuhan ini.

Meskipun tidak ada negara yang menuduh Israel secara langsung, namun, muncul spekulasi bahwa para pelaku merupakan anggota badan intelijen Mossad. Dicurigai para intel Israel tersebut menggunakan paspor palsu dalam operasi mereka bulan lalu. Isu penggunaan paspor palsu ini memicu kemarahan di London, Dublin, Paris, dan Berlin.

Dari daftar 11 warga Eropa yang menjadi tersangka, enam warga terdaftar dengan paspor Inggris, 3 warga dengan paspor Irlandia, seorang dengan paspor Perancis, dan seorang lainnya dengan paspor Jerman.

Di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik, Sekretaris Kemenlu Inggris, David Miliband, mendesak Israel untuk bekerja sama sepenuhnya dalam menyelidiki insiden ini. Sementara Perdana Menteri Gordon Brown menekankan perlunya dilakukan penyelidikan secara menyeluruh pada kasus tersebut.

"Kami ingin mendapatkan penjelasan tentang isu paspor palsu atau potensi mereka (para pelaku) menggunakan paspor palsu," ujar David kepada wartawan setelah Duta Besar Israel Ron Prosor bertemu dengan Kepala Dinas Dilomatik Inggris, Peter Ricketts, seperti dilansir AFP, Kamis (18/2/2010).

Di Dublin, Menteri Luar Negeri Irlandia, Micheal Martin, menyatakan dirinya menganggap isu penggunaan paspor palsu sebagai insiden yang sangat serius. Micheal kecewa dengan tuduhan bahwa warganya terlibat pembunuhan.

Di Paris, juru bicara Kemenlu Perancis saat bertemu utusan Israel Israel Sammy Ravel menyatakan keprihatinan mendalam terkait kejahatan penggunaan paspor Perancis dalam kasus tersebut. Sementara Menlu Jerman Guido Westerwelle saat bertemu utusan Israel di Berlin menginginkan adanya penjelasan dari Israel tentang pembunuhan tersebut.
(nvc/asy)


Berita Terkait