Ibu yang mengenakan kerudung berwarna biru tua itu tampak lantang bersuara. Ia merupakan ibu dari Yani Afri, salah satu daftar orang hilang dalam tragedi 1997-1998, yang hingga kini tidak jelas nasibnya.
"Bayangkan jika Anda kehilangan orang yang Anda sayangi tanpa jelas statusnya apakah masih ada atau sudah tidak ada," teriak Tuti dengan suara bergetar, Jumat (19/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) datang ke markas Koppasus sekitar pukul 10.00 WIB dengan didampingi oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Mereka mengendarai bus setelah sebelumnya berkumpul di Kantor LBH Jakarta.
Setibanya di lokasi, massa yang didominasi oleh ibu-ibu itu langsung menggelar orasi dan memajang foto-toto korban serta poster. Poster-poster tersebut antara lain bertuliskan "Mereka Disekap di Sini" dan "Kami Juga Ingin Mereka Dikembalikan di Sini".
Tidak hanya itu, dalam aksinya, masing-masing peserta juga membawa bingkisan berisi alat-alat mandi serta pakaian. Bingkisan tersebut ditujukan kepada keluarga mereka yang dicurigai diculik oleh Koppasus. Bingkisan itu rencananya akan dititipkan di markas pasukan elit tersebut.
"Kami ingin presiden sebagai mantan anggota Koppasus juga ikut membantu menyelesaikan dan mengusut masalah orang hilang ini," ujar peserta aksi lainnya.
Demonstrasi ini dijaga oleh puluhan aparat Polres Jaktim. Anggota Koppasus hanya tampak berjaga di pos. Arus lalu lintas di depan markas tersebut tetap lancar dan tidak mengalami kemacetan.
(irw/iy)











































