"Itu Pak Tiffatul menteri yang rada sering bermanuver. Yang terakhir RPM Konten itu," kata Ruhut kepada detikcom, Jumat (19/2/2010).
Menurut Ruhut, menteri adalah pembantu presiden. Seharusnya, setiap kebijakan yang sensitif harus dikomunikasikan terlebih dahulu kepada presiden. Ruhut menyarankan Tifatul lebih serius mengurusi perintah presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut kemudian menyebutkan adanya isu perebutan posisi menteri di internal salah satu parpol koalisi. Ruhut menyentil agar menteri mulai mengamankan posisinya. "Ya itulah harus hati-hati," jelas Ruhut.
Sebelumnya diberitakan Tifatul Sembiring diberi peringatan keras SBY terkait RPM Konten yang menuai pro kontra.
(van/yid)











































