"Reshuffle itu hak prerogatif presiden. Kalau sampai demikian, paling banter Golkar besoknya akan bilang kami mohon pamit dari koalisi," tegas Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/2/2010).
Priyo mengakui banyak perbedaan antara Golkar dengan PD. Namun Priyo berharap perbedaan itu tidak dijadikan alasan SBY untuk mereshuffle menteri dari Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Golkar akan sangat bersukur kalau SBY bersedia menerima perbedaan ini. Lebih-lebih kalau PD mengikuti sikap Golkar.
"Kalau PD akan mengikuti Golkar, Saya bicara puji syukur. Tapi sampai hari ini belum terlihat," papar Priyo.
"Sampai hari ini kami meyakini presiden tidak akan melakuan reshuffle terhadap partai Golkar," tutupnya.
(van/yid)











































