Si pencuri sepatu yang diketahui bernama Park (59), berpura-pura sebagai salah satu pelayat pada upacara pemakaman tersebut. Masyarakat Korea terbiasa melepas sepatu maupun sandal ketika memasuki rumah, terutama rumah duka. Park turut melepas sepatunya sebelum memasuki rumah duka, tapi saat keluar dia mengenakan sepatu yang lebih mahal.
Park diduga akan menjual sepatu curian tersebut melalui bisnis sepatu bekas yang dijalaninya. Demikian disampaikan seorang petugas kepolisian di wilayah Suseo, selatan Seoul, seperti dikutip AFP, Kamis (18/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat sepatu-sepatu tersebut dipampang di etalase toko di wilayah Suseo, banyak korban yang mengklaim sepatu milik mereka ada di deretan sepatu curian tersebut.
(nvc/fay)











































