"Jadi prosesnya itu bermula dari kekaguman. Orang yang datang ke dia itu kan yang lagi ada masalah. Setelah datang beberapa kali dan masalah selesai. Akhirnya kagum. Dia menggunakan itu," kata pakar pikiran bawah sadar Mardigu WP kepada detikcom, Kamis (18/2/2010).
Menurut Mardigu, setelah masuk ke tahap kekaguman, murid tersebut akan kembali ke Anand dan mengikut kelas komuniti. Dari situ Anand akan sering memberikan wejangan-wejangan.
"Dari situ diawali tiap hari ada pujian-pujian. Hari ke 10 misalnya kalau ada ajakan, kita mau apa saja. Setelah itu baru sadar, kok mau ya kita berbuat seperti itu," jelasnya.
Tidak hanya murid baru tapi juga murid yang sudah lama belajar yang menjadi korban Anand. Menurut Mardigu, hal itu tergantung perasaan Anand terhadap muridnya.
"Bisa saja setelah 10 tahun berasa ada getaran-getaran. Atau yang baru masuk langsung ada getaran-getaran (dari Anand)," ungkap Mardigu.Sementara itu, Anand melalui asistennya membantah melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya. Hingga kini polisi belum memeriksa saksi-saksi dan terlapor sendiri. (gus/iy)











































