"Banyak juga yang tidak mau mengurus," ujar anggota Komisi XI DPR RI Andi Rahmat kepada detikcom, Rabu (17/2/2010).
Andi menjelaskan rata-rata yang tidak mengambil uang pensiun tersebut berlatar belakang pengusaha. Dia menambahkan, soal mengambil atau tidak mengambil uang pensiun tersebut, itu urusan masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi pun mengapresiasi langkah para pimpinan KPK yang menolak menerima uang pensiun karena dianggap membebani keuangan negara. "Itu bagus," ungkap anggota FPKS ini.
(rdf/rdf)










































