Jakarta - Selain diusulkan sebagai pahlawan nasional, nama KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga diusulkan untuk diabadikan menjadi nama jalan. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif pun meminta usulan Jl Kramat Raya diganti menjadi Jl KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dipertimbangkan pihak terkait.
"Saya rasa itu bisa dipertimbangkan oleh Gubernur DKI dan DPRD DKI. Karena Gus Gur juga berjasa," ujar Syafii Maarif kepada wartawan usai bertemu dengan tim 9 di Maarif Institute Jl Tebet Dalam Barat, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2010) malam.
Buya, panggilan akrab Syafii mengaku jika usulan untuk mengabadikan nama Gus Dur tersebut tidaklah berlebihan, jika melihat dari jasa-jasa mantan presiden ke empat tersebut. "Itu tidak masalah, meskipun baru sebatas usulan tapi layak dipertimbangkan," pungkasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Biro Konsultasi Indonesia (BKI) melayangkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo perihal pergantian nama Jl Kramat Raya menjadi Jl KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Menurut BKI hal tersebut pantas karena selama hidupnya Gus Dur telah berjasa terutama dibidang pluralisme, demokrasi dan kesetaraan
(her/rdf)