Terima Perwakilan Dubes AS, Ketua DPD Usulkan Obama Mampir ke Senayan

Terima Perwakilan Dubes AS, Ketua DPD Usulkan Obama Mampir ke Senayan

- detikNews
Rabu, 17 Feb 2010 19:50 WIB
Terima Perwakilan Dubes AS, Ketua DPD Usulkan Obama Mampir ke Senayan
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan melakukan lawatan kenegaraannya ke Indonesia. Beberapa tempat akan dikunjugi Obama dalam lawatannya tersebut. Data mengenai lokasi yang akan dikunjungi Obama pun sudah diatur sedemikian rupa.

Namun, dari beberapa calon tempat yang akan dikunjungi, tidak ada rencana Obama dibawa ke Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. Untuk itu Ketua DPD Irman Gusman yang menerima kunjungan perwakilan Dubes AS untuk RI Ted Osius di Ruang Kerja Pimpinan DPD mengusulkan agar Obama juga menyempatkan berkunjung ke Gedung Parlemen Senayan, Jakarta.

"Selain kunjungan kenegaraannya untuk bertemu Presiden SBY, ada beberapa lokasi yang akan dikunjungi Presiden Obama. Salah satunya Obama dijadwalkan menyampaikan public lecturer. Sayangnya belum ditentukan tempatnya. Untuk itu, saya mengusulkan Obama menyampaikan public lecturer di gedung parlemen ini saja sebagai simbol demokrasi," kata Irman kepada detikcom, Rabu (17/2/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Irman, semua presiden besar negara besar seperi China, India, Iran saat berkunjung ke Indonesia selalu mengunjungi Parlemen Indonesia. Karena itu, sangat patut dan layak jika Obama juga melakukan hal yang sama dalam kunjungan kenegaraannya Maret depan.

"Usulan saya itu akan dipertimbangkan. Masukan saya itu diterima dengan baik. Kata wakil bubes, itu good idea," paparnya.

Irman menjelaskan, kunjungan Hettern pada dasarnya untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama parlemen kedua negara. Namun di sela-sela itu sempat juga disinggung soal rencana kunjungan Obama.

"Kunjungan itu sebenarnya untuk membangun kerjasama antara DPD dan Kongres di AS. Tetapi akhirnya banyak yang bisa kita sharing," terangnya.

Dalam kesempatan ini, Irman juga meminta kerjasama antara DPD dan Kongres menjadi kerjasama comprehensive partnership. Kerjasama menyeluruh ini menyangkut kerjasama di bidang HAM, demokrasi, tekhnologi dan ilmu pengetahuan.

"Kerjasamanya harus diperluas menjadi comprehensive partnership. Tidak hanya demokrasi dan HAM, tetapi masuk ke wilayah teknologi dan transfer pengetahuan. Bisa dalam bentuk twin program antar universitas dan kerjasama intrepreneurship," pungkasnya. (yid/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads