Pada awal Januari 2010, Selly digelandang wartawan Kompas dan para korbannya ke Polsek Tanah Abang. Polisi pun sudah ada di situ. Alih-alih dilaporkan, Selly dengan kemampuan cuap-cuap akhirnya hanya diminta membuat surat perjanjian saja.
"Orang berkumpul satu Polsek pun bisa dia pengaruhi," kata pakar hipnoterapi Mardigu WP dalam bincang-bincang dengan detikcom, Rabu (17/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu namanya waking hipnotist. Targetnya tetap sadar," kata Mardigu lagi.
Dia yakin Selly memiliki IQ di atas 135 poin. Selly pun punya kemampuan bicara yang meyakinkan dan bisa dengan cepat menilai sifat korbannya. Lewat berbicara dia sudah menghipnosis orang, tidak perlu menyentuh korban seperti ahli hipnotis lain.
"Belum bicara saja dia sudah tahu kelemahan lawan bicaranya," pungkasnya.
Selly menurut Mardigu adalah seorang kleptomania. Klepto tidak melulu soal orang yang suka mencuri, tapi ini adalah orang yang kecanduan adrenalin. Menipu orang pun memicu adrenalin pelaku.
"Ada kepuasan batin kalau dia sudah menipu orang," pungkasnya. (fay/asy)











































