"Kita akan melaporkan ke polisi kasus pengerusakan armada ke polisi. Kita menempuh jalur hukum agar rasa kekeluargaan seluruh sopir taksi di Bali tetap terjalin," kata Manager Pemasaran dan Marketing Bali Taksi Nyoman Mertadi kepada wartawan di warung Pawon Ulam, Rabu (17/2/2010). Hadir juga Humas Blue Bird Teguh Wijayanto dan beberapa sopir Blue Bird.
Saat ini, pihak Blue Bird bakal menginventaris kerusakan dan kerugian yang dialaminya. Pendapatan sopir Blue Bird pun merosot 30 persen karena pengerusakan dan intimidasi tersbeut. "Dalam waktu dekat akan kita laporkan ke polisi," kata Mertadi.
Selain mengalami pengerusakan, para sopir Blue Bird juga mengalami intimidasi dari orang-orang tak dikenal. Taksi Blue Bird saat beroperasi di kawasan Sunset Road, Kuta dipukul serta digores oleh orang tak dikenal.
Seorang sopir Blue Bird yang enggan disebutkan namanya menceritakan, dirinya diintimidasi saat mencari penumpang di kawasan wisata Kuta pada 12 Februari 2010.
"Kita mendapat pemberitahuan untuk mencari jalur aman karena ada banyak massa melakukan sweeping. Saat di traffic light, ada pengemudi sepeda motor tanpa nomor kendaraan memukul mobil serta menggores badan mobil," katanya.
Intimidasi lainnya, para sopir Blue Bird kerap dituding sebagai taksi bodong oleh sopir taksi lainnya saat dipangkalan. "KIta kadang cemas di jalan," ujarnya.
(gds/djo)











































