DetikNews
Rabu 17 Februari 2010, 13:28 WIB

Kasasi Ditolak MA, Mantan Walikota Solo Segera Dieksekusi

- detikNews
Solo - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta akan segera melakukan eksekusi hukum terhadap mantan walikota Surakarta, Slamet Suryanto. Slamet telah divonis bersalah dalam kasus korupsi oleh PN Surakarta dua tahun lalu, namun dia mengajukan banding. Saat ini MA telah menolak permohonan kasasi yang diajukan Slamet.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Kejari Surakarta, Djuweriyah, kepada wartawan di Solo, Rabu (17\/2\/2010). mengatakan pihaknya telah menerima surat pemberitahuan penolakan kasasi.

"Tapi kita masih menunggu salinan putusan MA secara utuh sebagai dasar tindakan. Surat pemberitahuan dari MA tentang penolakan kasasi itu tidak cukup kuat untuk dijadikan landasan melakukan eksekusi terhadap yang bersangkutan," kata Djuweriyah.

Pada 14 Maret 2007 lalu PN Surakarta menjatuhkan vonis 1 Tahun 3 bulan dan denda RP 50 juta kepada Slamet Suryanto karena dinilai terbukti turut serta melakukan tindak pidana korupsi dana anggaran biaya tambahan (ABT) di APBD Kota Surakarta tahun 2003 untuk 16 item proyek senilai Rp 6,9 miliar dalam pembangunan kembali gedung Balaikota Surakarta tahun 2003.

Gedung Balikota Surakarta saat itu mendesak untuk segera dibangun karena gedung lama ludes akibat dibakar massa pada 1999 seiring kekalahan Megawati dalam pemilihan presiden di Sidang Istimewa MPR tahun 1999.

Dalam proyek pembangunan kembali gedung balaikota tersebut Slamet Suryanto juga menjadi penanggungjawab proyek. Dari 16 item proyek yang harus dikerjakan, ada 5 item proyek yang tidak dikerjakan namun seolah-olah dikerjakan dan dimintakan pembayarannya kepada APBD Kota Surakarta tahun 2003 dengan tanda tangan Slamet Suryanto, sebesar Rp 981.734.217.

Saat itu mantan Ketua DPC PDIP Kota Surakarta yang menjabat walikota Surakarta periode 2000 - 2005 tersebut langsung menyatakan banding atas vonis hakim. Namun kini upaya Slamet untuk mencari keringanan hukuman telah terhenti dengan keluarnya penolakan kasasi oleh MA.

Lebih lanjut, Djuweriyah mengatakan sambil menunggu salinan putusan MA, pihaknya tidak akan melakukan upaya-upaya tertentu untuk mencegah agar terpidana tidak melarikan diri. Hal itu dikarenakan kondisi kesehatan Slamet Suryanto yang memburuk dalam dua tahun terakhir atau pasca menerima vonis.

"Setelah salinan putusan MA tersebut turun, kami baru akan melakukan pemeriksaan kesehatan Pak Slamet Suryanto. Jika ternyata memang sakit dan dapat dibuktikan secara medis maka pelaksanaan eksekusi akan akan dipertimbangkan lagi hingga menunggu kondisi kesehatannya memungkinkan menjalani hukuman," kata dia.

Menanggapi perkembangan kasus tersebut, kuasa hukum Slamet Suryanto, Heru Buwono, menegaskan bahwa kliennya dalam kondisi perawatan di rumah. Sebagai bukti, pihaknya akan segera mengirimkan surat keterangan sakit jika diminta oleh pihak kejaksaan meminta. Dia juga mempersilakan jika kejaksaan akan memeriksakan lagi kondisi kesehatan Slamet.




(mbr/djo)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed