Endang Sempat Tertahan Di Dalam Gedung Selama 20 Menit

Gempa Haiti

Endang Sempat Tertahan Di Dalam Gedung Selama 20 Menit

- detikNews
Rabu, 17 Feb 2010 12:52 WIB
Endang Sempat Tertahan Di Dalam Gedung Selama 20 Menit
Jakarta - Endang Dwi Satriyani WNi yang selamat dari gempa Haiti, sudah kembali ke Indonesia. Endang mengaku kalau dirinya sempat terjebak di dalam gedung kantornya selama 20 menit.

"Saya terjebak di pintu masuk. Saat itu ada tiang yang rubuh menghalangi atap yang runtuh. Saya disitu sekitar 20 menit," ujar Endang di Kantor Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2010).

Menurut perempuan yang akrab disapa Eno ini, saat itu dirinya sudah tidak dapat melihat situasi sekelilingnya karena banyak debu runtuhan gedung yang menutupi pandangannya.

Endang pun akhirnya selamat atas bantuan sukarelawan yang saat itu mendengar teriakan suaranya minta tolong dari dalam runtuhan gedung.

"Saya dituntun suara orang didepan saya. Kemudian saya merayap dan akhirnya ditarik ke luar," jelasnya.

Eno menceritakan dirinya merasakan guncangan gempa sekitar 30 detik. Meski tak begitu parah, Eno sempat mengalami luka.

"Saya memar di punggung bagian belakan dan tangan kanan tapi nggak parah," jelas perempuan berambut pendek tersebut.

Eno melanjutkan, saat dirinya berhasil keluar gedung, orang-orang tampak berlari berhamburan karena panik. Karena banyaknya orang berhamburan berlari, Eno susah untuk berlari.

"Akhirnya saya diam dan kemudian menunduk dan melindungi kepala saya," terang Eno.

Seharian setelah gempa yang terjadi pada pukul 5 sore waktu setempat itu, Eno dan korban lain dikumpulkan ditempat parkir.

Keesokan harinya Eno akhirnya melanjutkan perjalanan ke Logistik Base yang berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasinya.

"Saya bertemu dengan mas Yogi dan Kang Luigi. Kemudian saya ceritakan bahwa paspor saya tertinggal ditas yang ada dikantor," cerita Eno.

Selanjutnya, kata Eno, Kang Luigi membantu agar paspor Eno segera diperoleh. Dua hari berselang, paspor baru Eno telah jadi.

"Alhamdulillah prosesnya cepat. KBRI yang ada di New York mengirimkan ke saya dengan minta bantuan dari UN Volunteer yang ke Haiti," beber Eno.

Sementara itu, terkait penemuan 3 WNI yang bekerja di hotel daerah Karibia, Eno mengaku bisa menemukan mereka berkat bantuan para sukarelawan yang dia kenal.

"Ada teman yang patroli di daerah Hotel Karibia. Akhirnya ketemu, kami bisa ke tempat yang bertiga itu," kisa Eno yang berada di Haiti sejak September 2007 tersebut.
(ddt/gus)


Berita Terkait