"Ini memperlihatkan bahwa dari 7 orang itu 4 adalah mantan menteri Soeharto. Kalau kita simpulkan dominasi itu, kalau voting mayoritas adalah orang yang diperkirakan akan mendukung Soeharto sebagai Pahlawan Nasional," kata sejarahwan Asvi Warman Adam dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (17/2/2010).
Ketujuh nama anggota Dewan Gelar itu adalah Marsekal Djoko Suyanto (ketua), Haryono Suyono (wakil ketua), dengan anggota TB Silalahi, Juwono Sudarsono, Quraish Shihab, Jimly Assiddiqie dan Edi Sedyawati.
Bahkan, menurut Asvi, Haryono Suyono saat ini masih menjabat sebagai ketua yayasan milik Soeharto. "Hayono Suyono menjadi pengelola atau pengurus Yayasan Dana Sejahtera Mandiri," ungkap Asvi.
Apakah dengan demikian Soeharto kian mulus untuk jadi Pahlawan Nasional? "Saya melihat sulit untuk mengambil keputusan sekarang. Di satu sisi, Soeharto berjasa terhadap negara. Tapi di sisi lain ada dua kasus yang membuatnya terhambat, yakni kasus korupsi dan pelanggaran berat HAM. Itu dua hal yang menghalangi," paparnya.
Hingga saat ini, menurut Asvi, banyak pihak yang pro dan kontra terhadap usulan gelar pahlawan terhadap Soeharto. Karena terbelahnya pandangan masyarakat inilah, akhirnya menurutnya Dewan Gelar harus berpikir seribu kali untuk meloloskan mantan Bapak Pembangunan tersebut sebagai Pahlawan Nasional. (anw/iy)










































