7 Nama Dewan Gelar Pahlawan Dipermasalahkan

7 Nama Dewan Gelar Pahlawan Dipermasalahkan

- detikNews
Rabu, 17 Feb 2010 10:39 WIB
7 Nama Dewan Gelar Pahlawan Dipermasalahkan
Jakarta - Dewan Gelar yang baru dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipertanyakan kalangan sejarahwan. 7 Nama anggota dewan yang akan menentukan siapa yang alan menjadi Pahlawan Nasional itu tidak memasukkan kalangan sejarahwan.

"Menurut undang-undang, komposisi Dewan Gelar berasal dari 2 akademisi, 2 militer atau berlatar belakang militer dan 3 tokoh masyarakat. Seyogyanya dua akademisi ini salah satunya sejarahwan. Sekarang tidak ada sejarawan di situ," kata sejarawan Asvi Warman Adam kepada detikcom, Rabu (17/2/2010).

Ketujuh nama anggota Dewan Gelar tersebut yakni Marsekal Djoko Suyanto (ketua), Haryono Suyono (wakil ketua), dengan anggota TB Silalahi, Juwono Sudarsono, Quraish Shihab, Jimly Assiddiqie dan Edi Sedyawati.

Tokoh masyarakat yang dipilih, menurut Asvi, seharusnya juga mengetahui tentang sejarah. Dia mencontohkan Syafii Maarif. Selain sebagai mantan Ketua PP Muhammadiyah, Syafii juga pakar sejarah.

"Dia juga guru besar sejarah di Universitas Negeri Yogyakarta. Orang seperti itu yang seharusnya dipilih. Saya menanyakan soal pemilihan 7 orang ini," imbuh Asvi.

Asvi menambahkan, gelar Pahlawan Nasional nantinya tidak akan bisa dicabut. Sehingga jika keliru memilih, nantinya akan merugikan Bangsa Indonesia sendiri.

"Gelar Pahlawan Nasional tidak bisa dicabut. Hati-hati dan tidak sembarangan memilih. Karena gelar tak bisa dicabut. Kalau salah yang rugi adalah bangsa kita sendiri," pungkas Asvi.
(anw/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini