"Menurut catatan IPW selama ini, Kapolda Metro Jaya (Irjen Pol Wahono) tidak memiliki strategi pendekatan intelijen dalam mengatasi aksi masa," kata Koordinator Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam pesan singkatnya kepada detikcom di Jakarta, Selasa (16/2/2010).
Karena kelemahan strategi intelijen Kapolda Metro Jaya, lanjut Neta, mengakibatkan sejumlah aksi masa mengarah kepada hal-hal negatif. "Yakni, pembiaran aksi demo yang membawa hewan dan lambang-lambang negara serta foto presiden yang diinjak-injak," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Pane menegaskan, bila aksi serupa terus terjadi, maka Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengganti Kapolda Metro Jaya. "Kapolri harus mengganti Kapolda Metro Jaya dengan figur yang kapabel," tegasnya.
Seperti diketahui, pada 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono tanggal 28 Januari 2010 lalu, sejumlah pendemo dalam aksinya membawa hewan, seperti kerbau dan membawa sejumlah lambang negara dan foto pejabat negara. Selain, itu pada aksi demo lainnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga dibawa hewan babi, anjing dan kerbau yang ditempeli foto kepala negara.
(zal/nwk)










































