IPW: Kapolda Metro Jaya Tak Punya Strategi Intelijen

Demo Lecehkan Lambang Negara

IPW: Kapolda Metro Jaya Tak Punya Strategi Intelijen

- detikNews
Selasa, 16 Feb 2010 22:45 WIB
IPW: Kapolda Metro Jaya Tak Punya Strategi Intelijen
Jakarta - Beberapa aksi demonstrasi yang mengritik pemerintahan SBY-Boediono membawa lambang negara yang diinjak-injak. Hal itu bukti lemahnya intelijen Polda Metro Jaya yang tak bisa menahan aksi menjadi penghinaan kepada kepala negara.

"Menurut catatan IPW selama ini, Kapolda Metro Jaya (Irjen Pol Wahono) tidak memiliki strategi pendekatan intelijen dalam mengatasi aksi masa," kata Koordinator Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam pesan singkatnya kepada detikcom di Jakarta, Selasa (16/2/2010).

Karena kelemahan strategi intelijen Kapolda Metro Jaya, lanjut Neta, mengakibatkan sejumlah aksi masa mengarah kepada hal-hal negatif. "Yakni, pembiaran aksi demo yang membawa hewan dan lambang-lambang negara serta foto presiden yang diinjak-injak," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Neta, bila Kapolda Metro Jaya tegas, seharusnya aksi demonstrasi tidak cenderung menghina kepala negara. "Kasus di Metro Jaya ini bisa jadi preseden, dan jika terus terbiarkan akan diikuti daerah lainnya," ujarnya.

Oleh karena itu, Pane menegaskan, bila aksi serupa terus terjadi, maka Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengganti Kapolda Metro Jaya. "Kapolri harus mengganti Kapolda Metro Jaya dengan figur yang kapabel," tegasnya.

Seperti diketahui, pada 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono tanggal 28 Januari 2010 lalu, sejumlah pendemo dalam aksinya membawa hewan, seperti kerbau dan membawa sejumlah lambang negara dan foto pejabat negara. Selain, itu pada aksi demo lainnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga dibawa hewan babi, anjing dan kerbau yang ditempeli foto kepala negara.

(zal/nwk)


Berita Terkait