"Saya tidak lari, memang asal saya dari Bandung," kata Mustar kepada wartawan usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (16/2/2010).
Menurut Mustar, pada saat pemanggilan pertama dirinya telah mengirimkan pengacara untuk mewakilinya memenuhi panggilan polisi. "Panggilan pertama sudah mengirimkan pengacara untuk menyampaikan data-data yang kami punya. Barangkali ditindaklanjuti tapi polisi punya pandangan lain," tuturnya.
Mustar mengatakan, dirinya akan tetap kooperatif jika polisi memeriksa dia kembali. Dikatakan dia, masih ada pemeriksaan lagi dikarenakan ada beberapa pelapor.
"Hari ini pemeriksaan atas laporan dari Choel Malarangeng dan Hartati Murdaya, selanjutnya kita ikuti sama-sama," ungkapnya.
Sementara itu, rekan Mustar, Ferdi Semaun mengatakan, dirinya dan Mustar dicecar 43 pertanyaan. Semuanya terkait dengan data-data yang mereka beberkan dalam konferensi pers tanggal 30 November 2009.
"Ada 43 pertanyaan. Di antaranya soal data kita, tentang konferensi pers kita tanggal 30 November lalu, soal data-data nama-nama yang kita beberkan," terangnya.
Menurut Ferdi, pihak Bendera sampai saat ini masih meyakini bahwa data yang mereka miliki adalah yang paling benar. Terlebih karena saat ini belum ada data pembanding.
Sedangkan untuk pemeriksaan selanjutnya, Ferdi menyatakan dirinya akan mengkoordinasikan lebih lanjut dengan tim kuasa hukumnya.
(nvc/nwk)











































