Andi Arief Temui Sekjen PDIP, SBY Mau Singkirkan Golkar dan PKS?

Andi Arief Temui Sekjen PDIP, SBY Mau Singkirkan Golkar dan PKS?

- detikNews
Selasa, 16 Feb 2010 19:30 WIB
Andi Arief Temui Sekjen PDIP, SBY Mau Singkirkan Golkar dan PKS?
Jakarta - Menjelang paripurna DPR soal penentuan sikap atas skandal Bank Century, berbagai isu dan manuver politik para elit terus dilakukan. Setelah partai-partai 'menekan' SBY dalam pertemuan di Hotel Mulia beberapa waktu lalu, gantian SBY 'menakut-nakuti' parpol koalisi yang tidak kritis.

SBY diduga mengutus staf khususnya Andi Arief untuk melakukan penjajagan politik dengan PDIP guna 'menakut-nakuti' Golkar dan PKS jika tidak mengubah sikap kritisnya. Meski Andi membantah kehadirannya menemui Pramono untuk urusan politik, namun nuansa dan situasinya tidak bisa memungkiri hal itu.

Sebab, selain Pramono Anung, ternyata ada putri Megawati, Puan Maharani juga ikut pula menemui Andi Arief. Bukankah nama Puan sempat muncul sebagai kandidat menteri SBY pada saat penyusunan kabinet 4 bulan lalu?

"Saya ke Pramono karena Pak Marzuki Alie sedang ada rapat. Tidak bicarakan koalisi, bukan wewenang saya. Saya nggak ngomong politik, nggak bicara kabinet," kata Andi selepas bertemu Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/2/2010).

Seharusnya jika memang urusan Andi sebagai staf khusus presiden bidang bencana alam, tidak perlu menemui Pramono sebagai Wakil Ketua DPR dan pertemuannya dilakukan di DPR. Sebab, memang DPR tidak berpartner secara khusus dengan staf khusus presiden.

Jika memang urusannya soal RUU dan penanganan bencana, harusnya menteri SBY yang hadir. Apakah itu Menkokesra ataupun Mensos yang notabene memiliki tugas dan tanggung jawab soal RUU dan penagganan bencana alam, bukan staf khusus.

Sama halnya dengan Andi Arief, Pramono Anung juga ikut membantah pertemuan bertiga-nya dengan Puan dan Andi karena membahas soal reshuffle kabinet. Namun bantahan Pramono ini terasa janggal dan kurang meyakinkan. Sebab, tidak ada hubungan langsung antara staf khusus presiden dengan wakil ketua DPR. "Kami kawan lama, ya kebetulan pas ada Puan saja," ucapnya.

Saat ditanya soal kemungkinan adanya deal tertentu dalam pertemuan ini, Pramono membantah dengan tegas. Bahkan saat ditanya bahwa pertemuan bertiga ini untuk menekan PKS dan Golkar, Pram kembali membantahnya.

"Ya nggak lah, kita pembicaraan biasa. Yang jelas masalah koalisi di antara partai, hanya PDIP yang berjenis kelamin jelas," tuturnya.

Benarkah pertemuan ini hanya pertemuan tanpa makna?
(yid/fay)


Berita Terkait