"Sudah bisa dideteksi sejak 3 minggu kehamilan. Bisa karena virus, infeksi. Bisa juga dari kucing atau burung pembawa parasit toksoplasma," kata Renendra, dokter ahli bedah syaraf RSCM di kantornya, Jl Diponegoro, Selasa (16/2/2010).
Selain itu, menurut Renendra yang menangani pasien hydrochepalus, M Toriq, faktor lingkungan menjadi sangat penting. Bersih tidaknya lingkungan turut mempengaruhi bayi terhindar dari hydrochepalus.
"Perlu disurvei juga lingkungan didaerah si bayi sehat atau tidak. Hydrochepalus merupakan sumbatan cairan otak karena tidak bisa mengalir. Secara diagnostik perlu jalani pemeriksaan," ucapnya.
Saat ini, dokter yang dapat menangani penyakit hydrochepalus hanya ada sekitar 170 dokter ahli di seluruh Indonesia. Tak heran, banyak pasien tidak mampu mengaku kesulitan mengakses dokter ahli tersebut karena minimnya tenaga medis ataupun kurangnya biaya.
(Ari/mpr)











































