Pengakuan Kikit dituangkan di blognya, Selasa (16/2/2010) pukul 14.44 WIB. Tulisannya bertajuk 'Pertaubatan Yang Dianggap Sebagai Sampah: Sebuah Konfirmasi'.
Menurut Kikit, dia sudah tidak melakukan lagi hal yang telah diberitakan itu. Dia kini mencoba memperbaiki hidup dan bertobat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kikit menyayangkan kenapa kisahnya harus diungkit lagi. Akibat perbuatanya, Kikit sudah kehilangan orang-orang yang dicintainya.
"Apakah saya harus kehilangan lagi setelah saya kehilangan teman-teman, istri, anak, bahkan orang tua dan saudara?" kata Kikit lagi.
Terhadap SR, Kikit merasa kecewa. Dia mengatakan perasaannya adalah tulus. "Saya tak ingin ada kebohongan lagi. Selama ini kebohongan demi kebohongan sudah membuat saya lelah," ungkapnya.
Pemuda ini mengatakan ingin memperbaiki diri dan berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Berbagai masalah terkait dirinya sudah menjadi masa lalu.
"Biarkan saya bertaubat. Biarkan saya menjalani hidup baru. Mengejar mimpi sebagai penulis seperti yang pernah Anda semua harapkan semua kepada saya," pungkasnya.
Detikcom mencoba menghubungi Kikit sejak siang namun ponselnya tidak aktif. Saat ditelepon ke kantor, Kikit pun sedang keluar kantor sejak pukul 14.00 WIB.
(fay/asy)











































