Administratur Bandara Polonia Medan, Razali Abubakar mengatakan, dari hasil pemeriksaan, saringan knalpot sejumlah pesawat dinilai kuat dan kokoh.
"Pemeriksaan ini mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Jika dilihat pengikat knalpot sudah tua, diperintahkan untuk segera diganti," kata Abubakar di Polonia, Selasa (16/2/2010).
Sementara Enginering Riau Air Lines, Yosi Manopo di sela- sela memperbaiki pengikat saringan knalpot Fokker 50 yang jatuh Senin pagi mengatakan, fungsi saringan knalpot hanya untuk meredam suara mesin pesawat sekaligus meredam getaran, tidak berpengaruh pada kondisi mesin.
"Fungsi saringan knalpot hanya untuk mengurangi kebisingan suara mesin. Jatuh karena pengikat atau klemnya sudah tua," kata Manopo.
Menurut Manopo, Fokker 50 Riau Airlines yang jatuh saringan knalpotnya, buatan tahun 1989. Saringan knalpot tersebut tidak mempengaruhi kerja mesin utama pesawat.
(rul/djo)










































