"Kata dokter, anak ini tidak perlu dirawat inap, karena kalau di ruangan nanti bisa terkena bakteri penyakit," kata ayah Toriq, Romi, kepada detikcom, Selasa (16/2/2010).
Menurutnya, dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tersebut menganjurkan agar Toriq dibawa ke rumah sehat. Dokter itu lantas memberikan alamat rumah sehat tersebut, yang berada di Sunda Kelapa.
Namun, karena tidak ada ongkos, lanjut Romi, ia tidak menuruti saran dokter. RSCM juga tidak memberikan bantuan transportasi. Akhirnya, ia menginap di masjid untuk menunggu scanning pada 24 Februari.
"Kita mau pulang juga jauh, belum lagi ongkos bolak-baliknya," ujar Rommy.
Dikatakan Romi, anak pertamanya itu dirujuk ke RSCM setelah sempat dirawat di RS Panggung Rawi, Banten, awal bulan ini. Untuk ke RSCM pun, Toriq tidak dibawa pakai ambulans, melainkan mobil tetangga.
"Pernah dirawat di Rumah Sakit Panggung Rawi, namun disuruh ke RSCM saja. Akhirnya kita bawa ke sini," pungkasnya. (irw/anw)











































