Ayah Toriq, Romi (24), dan Ibu Toriq, Fitri (19) yang masih sangat muda selalu berada di samping buah hati tercintanya. Nenek Toriq juga sengaja meninggalkan dagangannya di Cilegon hanya untuk menunggui cucunya dalam pengobatan.
Ripah yang biasa berjualan sayur di kampung halaman Toriq, Cilegon, tak pernah berhenti mengipasi Toriq dan sesekali mengusir nyamuk di sekeliling tempat tidur Toriq. Ripah hanya berbicara berbisik dengan detikcom karena takut Toriq terbangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga Toriq tidak tinggal sendirian. Masih ada puluhan pedagang asongan dan para perantau tunawisma yang memberi perhatian penuh kepada Toriq. Semuanya tidur tanpa alas.
Saat detikcom mengunjungi Masjid tersebut, tetangga Toriq lah yang memberitahu 'kamar Toriq'.
"Di ujung Mas," ujar pria setengah baya berpakaian lusuh yang terbangun karena kehadiran detikcom di Masjid tempat Toriq menginap.
Keluaga berharap Toriq segera diperiksa supaya penyakit yang diderita Toriq tidak semakin berat.
"Kami dari Cilegon, nunggu diperiksa tanggal 24 Februari nanti, sudah setengah bulan tidur di sini," ujar Ripah. (van/irw)











































