"Terbukti kan tidak ada aliran dana istimewa ke kami," celetuk Ruhut dengan nada ketus sembari meninggalkan ruang rapat pansus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/2/2010).
Berbeda dengan rapat-rapat pansus sebelumnya, rapat antara pansus dan PPATK sore ini berlangsung tertutup. Agendanya adalah mengkonfrontir hasil temuan PPATK dengan dugaan adanya dana bailout Bank Century yang mengalir ke kas Partai Demokrat dan tim kampanye nasional SBY-Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang saya tahu kenapa rapat ini tertutup karena kemarin statment yang dibuka itu salah," sindir Ruhut.
Sindiran tersebut jelas dia tujukan kepada Bambang Soesatyo. Seperti diketahui anggota pansus dari F-Golkar itu yang sedari awal mencurigai bahwa melonjaknya dana bailout hingga Rp 6,7 trilyun karena sebagian di antaranya untuk membiayai kepentingan politik tertentu.Β
Bambang yang kebetulan sedang diwawancara di luar ruangan, sebenarnya juga mendengar gerutuan Ruhut. Tapi dia memilih tidak menanggapinya. "Ruhut stres di dalam, makanya keluar. Orang stres nggak usah didengerin," ujarnya enteng.
(mok/lh)











































