Nurhayati Hilang, Diduga Pergi dengan Kenalan di Facebook

Nurhayati Hilang, Diduga Pergi dengan Kenalan di Facebook

- detikNews
Senin, 15 Feb 2010 17:39 WIB
Yogyakarta - Tri Nurhayati (20), warga Bantul, sudah seminggu tidak kembali ke rumah. Korban diduga pergi bersama pria yang dikenalnya lewat facebook.

"Belum ada kabar mengenai anak kami. Keluarga dan teman-teman sudah mencari kemana-mana tapi belum ada hasil," ungkap Budi Harjono, orangtua Nurhayati di rumah di Dusun Krajan RT RT 06/10, Poncosari, Bantul, Senin (15/2/2010).

Menurut Budi, anaknya yang akrab disapa Nung itu, bekerja di sebuah toko komputer di Kota Bantul. Korban tidak kembali ke rumah sejak Selasa, 9 Februari 2010.

Saat pergi dia masih mengenakan pakaian kerja warna coklat muda (krem) dan jilbab. Dia juga membawa sepeda motor Yamaha Jupiter nopol AB 6610 TB serta handphone.

"Keluarga juga sudah menghubungi lewat handphone, tapi tidak pernah ada jawaban. SMS juga tidak dibalas," kata Budi didampingi adik iparnya Sukamto.

Menurut Budi, kontak telepon terakhir dengan anaknya pada Selasa 9 Februari sekitar pukul 20.00 WIB. Nung mengaku berada di Brosot, Kulonprogo, bersama temannya. Dia juga berjanji akan secepatnya pulang ke rumah.

"Namun setelah itu sampai esok harinya dan sampai sekarang belum pulang," kata Budi menahan sedih.

Sementara menurut Sukamto, pihak keluarga bersama teman-teman kerja sudah berupaya melakukan pencarian, tapi sampai saat ini belum ada hasilnya. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Polres Bantul.

Berdasarkan keterangan teman-temannya, beberapa hari sebelumnya Nung tampak gelisah dan sering tampak bingun di depan komputer. Dia juga sering meminjam handphone milik temannya untuk berinternet. Saat pulang kerja, dia tidak menuju arah selatan ke arah rumahnya tapi menuju ke arah utara, Yogyakarta

"Kami menduga keponakan saya pergi bersama teman kenalan yang baru dikenal lewat internet (facebook). Itu berdasarkan salah satu teman kerjanya yang hp-nya sering dipinjam untuk main internet. Tapi kalau dia diculik pasti akan minta tebusan tapi sampai sekarang tidak ada," ungkap Sukamto.

(bgs/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads