"Ancaman itu saya rasa hanya untuk memperkeruh pandangan terhadap pihak-pihak yang bisa saja tidak melakukannya, tapi malah menjadi korban opini negatif di publik," kata Wakil Ketua Pansus Mahfudz Siddiq, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/2/2010).
Mahfudz, yang satu tim dengan Akbar Faizal dalam investigasi lapangan di Makassar, mengaku sempat diperlihatkan soal SMS tersebut. SMS, katanya, juga diketahui oleh Wakapolda Sulsel Brigjen Wisjnu Amat Sastro.
Β
"Soal isinya, tanya aja ke Pak Akbar langsung," kata Mahfudz.
Menurut politisi PKS ini, meski tidak diketahui mewakili siapa, ancaman tetap akan merugikan pihak tertentu. "Tapi yang jelas saat ini masyarakat sangat berharap Pansus dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan obyektif," ujarnya.
(lrn/iy)











































