Seperti yang diceritakan oleh teman mulung, Jaenal, (53) yang tinggal di
sepanjang Rel KA, Jalan Benda, Kemayoran. "Saya percaya, Saleh tidak salah.
Kami ingin dia dibebaskan," ujarnya kepada wartawan di PN Jakpus, Jalan
Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin, (15/2/2010).
Mereka mendatangi PN Jakpus dengan pakaian sopan meski seadanya. Beberapa memakai sandal jepit, lainnya memakai celana pendek atau beberapa memakai celana training bekas.
Jaenal dan warga sekitar mengenal Saleh teman yang baik dan rajin ibadah.
Mereka sangat kaget dengan tertangkapnya Saleh terlebih setelah tahu Saleh
duduk di kursi pesakitan. "Dia sehari-hari baik," tambahnya.
Hal serupa diungkapkan pemulung lainnya, Apna (45). Menurutnya, pendapatan
pemulung tidak tentu, kadang Rp 20 ribu, bahkan kadang dibayar esok harinya. Oleh karenanya, dia sangat tidak percaya Saleh punya uang untuk beli ganja.
"Buat makan saja tidak tentu. Masa buat beli ganja," kisahnya.
(asp/anw)











































