Polisi Serbu UMI Makassar
Dua Mahasiswa Tertembak
Sabtu, 01 Mei 2004 18:55 WIB
Makassar - Akibat penyerbuan pihak kepolisian Makassar ke kampus UMI Makassar, Sabtu (1/5/2004) sore, dua orang mahasiswa UMI mengalami luka tembak. Sedangkan puluhan mahasiswa luka-luka dipukuli. Kedua mahasiswa itu, Abdul Rasinan (Mahasiswa Fakultas Teknik, jurusan Sipil, angkatan 97), mengalami luka tembak pada paha kirinya. Sedangkan, Polo Padang (Mahasiswa Fakultas hukum, angkatan 2002) mengalami luka pada bagian kepala. Hingga saat ini, Abdul Rasinan tengah diberikan perawatan di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Ibnu Zina, Jl Urip Sumohardjo, Makassar. Sedangkan Polo Padang, dirawat di ruang radiologi, guna dilakukan ST Scan untuk mengetahui seberapa serius luka tembaknya. Sementara itu puluhan mahasiswa mengalami luka-luka, yang sebahagian besar pada bagian kepala, karena kayu rotan yang dihantamkan oleh polisi. Berdasarkan versi polisi, sekitar 20 orang mengalami luka pada bagian kepala. "Hanya 20 orang yang mengalami luka luka," ujar Kombes Jose Risal, Kapolwiltabes Makassar. Namun, berdasarkan pantauan detikcom dilapangan, korban luka-luka yang tetap digelandang ke Mapolresta Makassar Timur dan Mapolwiltabes Makassar, melebihi dari dua puluh orang. Saat polisi merangsek masuk dalam kampus, mahasiswa yang tertangkap tangan, ramai-ramai dipukuli oleh polisi. Padahal banyak mahasiswa yang berada di ruang kuliah karna melakukan kuliah dan sebagian sedang mengikuti praktek di laboratorium, ikut ditangkap dan dipukuli oleh polisi. "Saya praktek pak, tiba-tiba saja saya ditangkap," ujar Ardin, mahasiswa UMI, Fakultas Teknologi Industri, sambil memegangi kepalanya yang berdarah, saat dinaikkan di mobil polisi untuk dibawa ke Mapolresta Makassar Timur, Jl Andi Pettarani, Makassar. Tindakan Polisi ini, disesalkan oleh Pembantu Rektor III UMI Ir. Lambang Basri. "Saya menyesalkan tindakan represif aparat keamanan, yang menyebabkan mahasiswa kami jadi korban," ujar Lambang Basri. Menurut Basri, hal ini terjadi karna aparat kepolisian merangsek seenaknya tanpa ada persetujuan dari pihak kepolisian. "Kami tidak tahu, tiba-tiba saja mahasiswa melempar, dan polisi langsung masuk saja," tuturnya. Suasana kampus UMI saat ini masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Mahasiswa yang tadinya ramai, kini sepi karena sebagian besar mahasiswa diperintahkan oleh aparat polisis untuk mengosongkan kampusnya itu.
(zal/)











































