"Pihak sekolah lalai dalam mengawasi anak didik. Kita pasrah tapi akan menempuh jalur hukum terkait kematian anak saya," tutur Usep Munadi, orang Anugerah, salah satu korban tewas, di rumahnya di Desa Cipasung, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (15/2/2010).
Suasana duka juga dirasakan Ahyana, orang tua korban lainnya. Menurut Ahyana, dia kaget saat dikabari anaknya yang bernama Agus Rohjani terseret ombak saat mandi di Pantai Parangtritis.
"Anak-anak yang lain sudah pada pulang. Katanya anak saya tenggelam di pantai dan masih dicari," ujar Ahyana di rumahnya yang tak jauh dari rumah Usep.
Sebelumnya diberitakan, 7 siswa Madrasah Tsanawiyah (Mts) Ar Rasyid, Kuningan, Jawa Barat, hilang terseret ombak di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, Minggu (14/2/2010).
Kunjungan ke Parangtritis ini mengakhiri kegiatan wisata sekolah tersebut di Yogyakarta. Mereka tiba di lokasi wisata itu sekitar pukul 16.00 WIB. Puluhan siswa langsung mandi di laut meski cuaca mulai turun hujan.
"Sekitar 20-an orang mandi di laut. Saat terjadi kecelakaan 13 siswa berhasil diselamatkan. Sedang 7 siswa lainnya hilang," kata M Taufik anggota SAR Parangtritis.
(bgs/djo)











































