"Kalau ada yang mengancam-mengancam apapun bentuknya saya rasa itu tidak ada manfaatnya," kata Ketua Pansus Century Idrus Marham di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/2/2010).
Anggota Pansus Angket Century dari Fraksi Hanura Akbar Faizal, Jumat (12/2/2010) lalu, mengaku mendapatkan teror. Dalam ancaman lewat SMS dan telepon itu, pengirim SMS mengancam akan memecahkan kepala politisi vokal tersebut. Selain SMS dan telepon, rumah Akbar juga sering diintai orang tidak dikenal.
Menurut Idrus, sudah ada prosedur hukum yang bisa ditempuh anggota Pansus yang mendapat ancaman dan teror.Β Menurutnya, karena Panitia Angket Century sudah siap dan selalu berpegang pada komitmen, sehingga ancaman apapun yang terjadi maka dianggap bukan sebagai halangan.
"Saya kira kalau ada yang merasa diancam kan ada prosedurnya. Tetapi kami sudah punya komitmen, apapun kalau memang ada ancaman, itu tidak akan mengurangi semangat dan motivasi panitia angket untuk mengungkap kasus ini. Dan itu kunci yang selalu kami jaga," imbuh Idrus.
Sementara anggota Pansus dari Fraksi PDIP, Maruarar Sirait menyayangkan terjadinya ancaman terhadap Akbar. Dalam era demokrasi, menurutnya ancaman-ancaman seperti itu harusnya sudah tidak ada lagi.
"Apalagi Bung Akbar orang yang berusaha menegakkan kebenaran dan itu bisa kita lihat dari semangatnya yang proaktif untuk mengungkap kasus ini," kata Maruarar.
Apakah ancaman ini terkait posisi Akbar di Pansus? "Kalau memang baru kali ini mungkin saja ada kaitannya. Yang jelas kita semua di Pansus Angket ini selalu memberi kontribusi yang positif," ujar putra politisi senior Sabam Sirait tersebut.
(anw/iy)











































